Jumat, 01 Januari 2010

Gairah Anak Kost


Cereita seks cewek kost - Sudah lama aku dan beberapa temanku mengincar sebuah kost putri yang masih baru didaerahku.Daerah dekat kampungku terdapat perumahan yang masih tergolong baru dan tempatnya cukup terpencil ditengah sawah yang kebetulan belum banyak berpenghuni. Hanya ada 5 rumah yang baru dibangun, dan yang ditempati baru satu dan itupun ditempati oleh 4 orang cewek yang kebetulan kost disitu. Kami sering memperhatikan mereka pada saat mereka sering lewat membeli barang kebutuhan dikampungku. Mereka semua cantik cantik dan putih. Belakangan kami mulai mengenal nama nama mereka. Mereka semua berasal dari luar daerah yang baru masuk kuliah semester pertama.
Suatu malam pada saat aku, Joni, Bram, Agung sedang minum minuman keras salah seorang cewek penghuni kost yang bernama Virginia Angraeni baru saja melewati kami memakai kaos ketat dan celana pendek. Timbul pikiran jahat dibenakku dan kucetuskan pada teman-temanku.
"Wah Jon....cakep dan sexi juga ya penghuni kost itu..?" pancingku.
"iya tuh..sexi banget....wah sayang karena orang kayak kita kan bisanya cuman
ngeliat aja..."
Bram pun menimpali " Bener cewek gitu ga bakalan mau sama orang kayak kita kita Jon.."
Lalu aku kemabali memancing mereka.."Klo emang ga mau kenapa gak kita perkosa aja sekalian rame-rame..kan bukannya dia juga ga bakalan jadi milik kita....?"
"Gila loh ....entar dipenjara gimana..?" sahut Agung.
"Ga bakalan ..... asal tahu caranya bro..." Sahutku
"Maksud loe gimana jack..?" Tanya Bram. Aku mengeluarkan sebuah handycam dari tasku dan beberapa tutup kepala yang memang sudah lama aku siapkan
"Ini nih jurus ampuh memperkosa tanpa takut dilaporkan kepolisi..mau tahu caranya..?" Aku berkata kepada Agung "Kamu bisa gunakan ini kan..Gung.?" Agung tersenyum simpul dan mengangguk. "Jadi kita gunakan kamera ini saat kita memperkosa mereka dan kita gunakan sebagai ancaman klo mereka berani melapor..!!!!" Dan aksi itupun tak lama akan Dimulai......
Waktu menunjukkan pukul 22.30, perlahan kami satu persatu memanjat dinding belakang kost putri yang tidak terlalu tinggi itu. Pelan pelan kubuka pintu dapur yang tidak terkunci dan menuju kedalam pelan pelan diikuti oleh teman temanku. Aku melihat hanya ada 2 motor yang terparkir berarti hanya ada dua penghuni kost saat ini.
Darahku terkesiap ketika melihat salah satu kamar tidak terkunci dengan pintu sedikit terbuka, aku melihat Virginia Angraeni sedang tidur dengan paha mulus putihnya yang terbuka. Aku segera membagi 2 kelompok masing masing dua orang. Aku dan Agung memasuki kamar Virginia Angraeni dan kelompok kedua Bram dengan Joni mengetuk kamar Heni.
Bram mengetuk kamar Heni perlahan..rupanya Virginia Angraeni terbangun terlebih dahulu karena kamar mereka bersebelahan. namun aku dan Agung sudah bersiap dan segera menempelkan golok dileher Virginia Angraeni. "Diem lo jangan bertingkah..!!!!!!" Virginia Angraeni terkejut dan masih terdiam. "Coba panggil temen kamu yang masih tidur dari sini..!!" wajah Virginia Angraeni pucat dan dengan gemetar memanggil temannya, "Hen...bangun Heniii...tolongin gue Heenn..." panggil Virginia Angraeni dengan suara gemetar. Sementara Bram masih mengetuk kamar Heni.
Tak lama pintu dibuka dan Bram langsung menyergap Heni sambil menempelkan goloknya pula.Heni terkejut dan langsung pucat, dia tidak berani berteriak. "Ringkus dan ikat dia dengan lakban Bram..!! Biar dia menikmati tontonan gratis antara aku dan temannya ha..ha..ha..." perintahku.
Setelah Heni diringkus oleh kedua temanku, aku segera memakai topengku dan memberi isyarat ke Agung supaya menyalakan handycam. Virginia Angraeni semakin pucat dan mulai memohon "Ampun bang ...tolong jangan perkosa kami..ini kami ada sedikit uang untuk Abang..ambil semua yang Abang mau tapi tolong jangan perkosa kami bang.." Kata Virginia Angraeni hampir menangis. Aku tampar wajah Virginia Angraeni, "Diem loh jangan berisik..!!" lalu mendorong tubuh mungil Virginia Angraeni keatas tempat tidurnya yang indah. Virginia Angraeni mulai terisak, aku tak perduli.
Aku segera meraih daster tipisnya dan kurobek dengan kasar. Virginia Angraeni mencoba berguling kesamping sambil menutupi daerah dadanya sambil menyembunyikan wajahnya yang manis. Aku segera meraih tubuhnya dan kutelentangkan dengan paksa. Aku membuka silangan tangan didada Virginia Angraeni dan dengan kasar sekali lagi aku merobek BH Virginia Angraeni yang hanya berukuran 32 B.Tampaklah kedua bukit indah yang mungil dengan puting susu yang memerah.
"Singkirkan tangan elo sekarang atau gua pukul lagi kamu..!!" perlahan lahan Virginia Angraeni menurut. Aku mulai meremas dan menciumi buah dada indah itu, sementara Virginia Angraeni masih terisak.Heni yang terbelenggu dipaksa kedua temanku untuk melihat semua kejadian itu. Aku membuka seluruh pakaianku, dan aku menjambak rambut Virginia Angraeni sehingga wajahnya terangkat.
"Nih kulum penis gue..awas klo ga mau gue bunuh kamu sekarang juga..!!!" Kataku
Virginia Angraeni menurut.. Oooh betapa nikmat rasanya ketika mulut mungil berbibir tipis itu mulai mengulum penisku. "Heh..setan!! Awas jangankena gigi elo rasanya sakit tahu...!!!" aku memaklumi karena mungkin Virginia Angraeni baru pertama kali ini mengulum penis seorang cowok. Dan aku segera memaju mundurkan wajah Virginia Angraeni dipenisku dengan menjambak rambutnya. Tanpa membuang waktu lagi aku segera memerintahkan kedua temanku untuk melepaskan Heni dan membuka lakban dimulutnya. Aku memerintahkan Heni supaya masuk keranjang dimana Virginia Angraeni sedang mengulum penisku.
"Buka bajumu...dan jilat vagina temanmu ini..awas kalau tidak mau menurut gue bunuh kamu sekarang juga..!!' Kataku. Bram dan Joni terkekeh melihatku. "Bisa aja kamu jack..wah wah..wah sekali dapet dua lalat nih ayo terusin jack..!!"
kata mereka. Agung masih menyorot semua kejadian itu dengan handycamku. Bram dan Joni mulai melepaskan semua pakaian mereka dan mengocok penis mereka , rupanya mereka juga terangsang melihatku.
Seperti perintahku setelah aku mengatur posisi sedemikian rupa, heni mulai menjilati vagina Virginia Angraeni dengan ragu-ragu. "Ayo yang mesra jilatin vagina.
Virginia Angraeni..!! Kalau tidak bisa kupotong lidahmu ..!!" gertakku. Heni menuruti kata kataku. Wajahnya semakin pucat dan hampir menangis. Setelah dia menjilati vagina Virginia Angraeni, rupanya kuluman Virginia Angraeni pada penisku mulai kacau, oleh sebab kenikmatan yang ditimbulkan Heni pada vaginanya. Aku tersenyum melihatnya.
Birahiku segera memuncak dan segera ingin meperkosa vagina milik Virginia Angraeni yang terlihat sempit itu. Kemudian aku menyuruh Virginia Angraeni untuk berhenti dan tidur terlentang. Aku menyuruh Heni untuk meletakkan vaginanya diatas mulut Virginia Angraeni.
"Nah sekarang ganVirginia Angraenin elo yang jilatin vagina milik Heni..jangan mau enaknya saja ya..!!" Virginia Angraeni pucat tapi dia menurut. wajah Virginia Angraeni terbenam diselangkangan milik Heni sementara mereka semua hanya terdiam ketakutan menuruti perintahku. Aku memposisikan penisku divagina Virginia Angraeni,sambil terus berusaha menyodok vaginanya aku terus meremas dan menciumi buah dada Heni yang berukuran sedang dan indah pula.
Lubang Virginia Angraeni masih terasa begitu sempit,walaupun terlihat kesakitan dia masih terus berusaha menjilati vagina Heni. Lubang milik Virginia Angraeni sudah basah akibat jilatan Heni tadi, dan Drrrt..drrt..drrt.aku segera memompa memasukkan penisku dalam vagina perawan milik Virginia Angraeni. Sempit sekali rasanya sehingga menimbulkan sensasi nikmat yang luar biasa dipenisku.
"Aah..tolong sudah bang sakit bang...aduh..sakit bang..tolong...!!" Jerit Virginia Angraeni
Bram segera mendatangi Virginia Angraeni dan menampar mulutnya ..PLAK..!!!
"Diem Loe dan jangan coba coba bersuara lagi..!! Jilatin terus mem*k temen kamu itu!!!" kata Bram.
Air mata Virginia Angraeni tak dapat dibendung lagi menahan perih, dan aku semakin tak peduli. Semakin cepat aku memompa penisku dalam vaginanya, sambil aku terus meremas dan mencium buah dada Heni yang vaginanya masih terus dijilatin oleh Virginia Angraeni.
Sepuluh menit kemudian .....Crrooot ! spermaku tumpah didalam vagina Virginia Angraeni. Aku mengentikan aktivitas penisku didalam vagina Virginia Angraeni. Terasa berdenyut denyut nikmat dinding vagina Virginia Angraeni. Sementara aku berhenti kini rupanya giliran Heni yang tiba tiba mengejang ...rupanya dia juga mengalami orgasme karena jilatan Virginia Angraeni pada vaginanya.
Melihat hal itu aku jadi kembali terangsang dan penisku bangkit berdiri lagi. Aku menyuruh mereka bertukar posisi. Sekarang posisi Virginia Angraeni ditempati oleh Heni begitu pula sebaliknya. sekarang vagina Virginia Angraeni-lah yang dijilatin oleh Heni. Darah keperawanan Virginia Angraeni masih meleleh dipahanya bercampur spermaku. Aku mmerintahkan Heni untuk menjilati bersih sperma bercampur darahku dipaha Virginia Angraeni. Heni yang ketakutan itu hanya menurut sambil menangis, sesekali terlihat dia seperti mau muntah namun ditahannya. "Awas klo elo sampai muntah gue keluarin semua isi perut eloe..ngerti..?" ancamku pada Heni. Gadis itu semakin ketakutan. Kini penisku sudah berada dibibir vagina Heni, sementara Heni masih menjilatin vagina milik Virginia Angraeni yang baru saja kehilangan keperawanannya , aku terus mencumbu dan meremas dada Virginia Angraeni.
vagina Heni rupanya memang lebih sempit, aku sampai kesulitan beberapa kali membobol keperawanan miliknya. Sampai aku akhirnya benar-benar memaksa penisku barulah aku dapat menembus vagina Heni. Jujur saja ketika memerawani Heni penisku agak sakit karena memang vagina Heni lebih sempit dari vagina milik Virginia Angraeni. Setelah beberapa saat setelah penisku berada dalam vagina Heni yang sudah berdenyut dari sejak awal perawannya kubobol, aku mulai menggerakkan penisku maju mundur . Gilaaa...!! vagina Heni lebih nikmat dari vagina Virginia Angraeni karena memang bentuk tubuh Heni lebih kecil dari bentuk tubuh Virginia Angraeni.
Setengah jam aku memompa vagina Heni sampai akhirnya aku memuntahkan spermaku jauh labih banyak daripada spermaku di vagina Virginia Angraeni. Setelah aku menghabiskan spermaku diliang vagina Heni , aku meyuruh Virginia Angraeni untuk kembali mengulum penisku membersihkan sisa darah keperawanan Heni yang masih melekat di penisku.
Lalu aku berpaling kepada ktiga temanku yang sudah menunggu dengan telanjang dan masing masing penis yang sudah ngaceng.
"Bagaimana..?'' Tanyaku......"
"Hebat Jack.......sampai sampai gue ama Joni udah ga tahan niiih...!!!" Kata Bram
"sabar..sabar dulu ya kalian pasti akan menerima bagian masing masing.."
"biar mereka bersihkan vagina mereka dahulu ....ya..?" Kataku
Bram sudah tidak sabar lagi, namun aku mencegahnya.
"Coba lihat dulu ini..."
Lalu aku segera memerintahkan kedua gadis itu untuk saling menjilati vagina temannnya hingga bersih. Bram tertawa lebar"ha.ha..ha..betul juga maksud elo jack..masa kami dikasih bekas kecap elo...ha..ha..ha"
Setelah mereka melihat kedua vagina milik Sinta dan Virginia Angraeni sudah terlihat bersih dari spermaku dan ceceran darah keperawanan mereka yang masih menempel dipaha. Bram dan joni segera menyergap dan meperkosa kedua gadis malang itu, dilanjutkan dengan acara bertukar pasangan dan tak ketinggalan pula Agus sang 'kameramen' yang merekam semua adegan pemerkosaan itu.
Setelah hari menjelang subuh kami menguras seluruh harta kedua gadis itu termasuk motor ATM dan nomer Pin serta perhiasan yang tidak sedikit jumlahnya. Maklum sepertinya mereka anak orang kaya. Sebelum meninggalkan mereka aku sempat mengancam, kalau berani amcam-macam, adegan pemerkosaan itu akan kami sebarluaskan. Setelah itu kami semua pergi meninggalkan mereka hingga beberapa bulan lamanya. Rupanya rahasia itu masih tersimpan rapi oleh mereka, karena setelah sekian lama kami merantau dan memutuskan untuk pulang kampung ternyata tidak ada tanda tanda bahwa kami dicari oleh pihak kepolisian. Hanya saja Virginia Angraeni dan Heni sudah tidak bertempat tinggal dikostnya lagi, rupanya mereka telah pindah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar