Selasa, 11 Januari 2011

Supir Taxi dan Orang Jepang


Di luar Hotel Orchard, seorang turis Jepang mau pergi ke bandara, naik taxi.
Di jalan, tiba-tiba mobil kenceng banget lewat,nyalip taxinya si Jepang.
Dengan bangga si Jepang teriak,”Aaah Toyota, made in Japan, very faaast!”
Nggak berapa lama, mobil lain ngebut juga nyalip taxinya si Jepang lagi!
Si Jepang teriak lagi, “Aaahh Nissan, made in Japan, very faaast!”
Nggak berapa lama lagi, lewat lagi satu mobil,nyalip taxinya si Jepang.
Dia teriak lagi,”Aaah Mitsubishi, made in Japan, very faaast!”
Kali ini si sopir taxi, capek ngeliatin penumpangnya yg bener-bener nasionalis. Sampe di bandara, si sopir bilang ke si Jepang,
“100 dollars please”
“100 dollars?! It’s not that far from the hotel!!!”
“Aaah, taxi meter, made in Japan, very faaast!!”

Perbedaan Kantor Dengan Penjara


PENJARA : Kamu hidup di ruangan 8X10 m2.
KANTOR : Kamu hidup di ruangan 6X8 meter2.


PENJARA : Dapat 3 kali makan, gratis.
KANTOR : Harus beli sendiri


PENJARA : Untuk kebiasaan baik mendapat hadiah istirahat.
KANTOR : Untuk kebiasaan baik mendapat hadiah TAMBAHAN KERJAAN he..he..


PENJARA : Penjaga akan membukakan pintu dan membuka & menguncikan pintu untuk kamu.
KANTOR : Kamu harus membawa sendiri, membuka sendiri, menutup serta mengunci sendiri semua pintu yang kamu punyai.


PENJARA : Kamu bisa nonton TV tiap hari.
KANTOR : Kamu bisa dipecat kalau nonton TV


PENJARA : Kamu punya ruangan pribadi.
KANTOR : Kamu harus selalu bersama teman kerja.


PENJARA : Diijinkan bertemu dengan keluarga untuk bersenda gurau.
KANTOR : Kamu sama sekali tidak diijinkan bersantai ria bersama keluarga disini.


PENJARA : Semua pengeluaran ditanggung negara.
KANTOR : Kamu harus tanggung pengeluaran dirimu sendiri dan memotong gajimu lewat pajak untuk menghidupi yang ada di penjara.

Kamis, 09 Desember 2010

Aku Masih Anak SMP


Saat itu aku masih SMP kelas 2, Kak Luna sudah di SMA kelas 2. Banyak teman-temanku maupun teman kakakku naksir kepadaku. Kata mereka sih aku cantik. Walaupun aku merasa biasa-biasa saja (Tapi dalam hati bangga lho.., he.., he..) Aku punya body bongsor dengan kulit putih bersih. Rambut hitam lurus, mata bulat dan bibir seksi (katanya sich he.., he..). Saat itu aku merasa bahwa payudaraku lebih besar dibandingkan teman-temanku, kadang-kadang suka malu saat olah raga, nampak payudaraku bergoyang-goyang. Padahal sebenarnya hanya berukuran 34B saja. Salah seorang teman kakakku, Kak Agun namanya, sering sekali main ke rumah. Bahkan kadang-kadang ikutan tidur siang segala. Cuma seringnya tidur di ruang baca, karena sofa di situ besar dan empuk. Ruangannya ber AC, full music. Kak Agun bahkan dianggap seperti saudara sendiri. Mama dan orang tuanya sudah kenal cukup lama.

Saat itu hari Minggu, Mama, Papa, dan Kak Luna pergi ke luar kota. Mak Yam pembantuku pulang kampung, Pak Rebo tukang kebun sedang ke tempat saudaranya. Praktis aku sendirian di rumah. Aku sebenarnya diajak Mama tapi aku menolak karena PR bahasa Inggrisku menumpuk.

Tiba-tiba aku mendengar bunyi derit rem. Aku melihat Kak Agun berdiri sambil menyandarkan sepeda sportnya ke garasi. Tubuhnya yang dibalut kaos ketat nampak basah keringat.
“Barusan olah raga…, muter-muter, terus mampir…, Mana Kak Luna?”, tanyanya. Aku lalu cerita bahwa semua orang rumah pergi keluar kota. Aku dan Kak Agun ngobrol di ruang baca sambil nonton TV. Hanya kadang-kadang dia suka iseng, menggodaku. Tangannya seringkali menggelitik pinggangku sehingga aku kegelian.
Aku protes, “Datang-datang…, bikin repot. Mending bantuin aku ngerjain PR”. Eh…, Kak Agun ternyata nggak nolak, dengan seriusnya dia mengajariku, satu persatu aku selesaikan PR-ku.
“Yess! Rampung!”, aku menjerit kegirangan. Aku melompat dan memeluk Kak Agun, “Ma kasih Kak Agun”. Nampaknya Kak Agun kaget juga, dia bahkan nyaris terjatuh di sofa.
“Nah…, karena kamu sudah menyelesaikan PR-mu, aku kasih hadiah” kata Kak Agun.
“Apa itu? Coklat?”, kataku.
“Bukan, tapi tutup mata dulu”, kata dia. Aku agak heran tapi mungkin akan surprise terpaksa aku menutup mata.

Tiba-tiba aku merasa kaget, karena bibirku rasanya seperti dilumat dan tubuhku terasa dipeluk erat-erat.
“Ugh…, ugh…”, kataku sambil berusaha menekan balik tubuh Kak Agun.
“Alit…, nggak apa-apa, hadiah ini karena Kak Agun sayang Alit”.
Rasanya aku tiba-tiba lemas sekali, belum sempat menjawab bibirku dilumat lagi. Kini aku diam saja, aku berusaha rileks, dan lama-lama aku mulai menikmatinya. Ciuman Kak Agun begitu lincah di bibirku membuat aku merasa terayun-ayun. Tangannya mulai memainkan rambutku, diusap lembut dan menggelitik kupingku. Aku jadi geli, tapi yang jelas saat itu aku merasa beda. Rasanya hati ini ada yang lain. Kembali Kak Agun mencium pipiku, kedua mataku, keningku dan berputar-putar di sekujur wajahku. Aku hanya bisa diam dan menikmati. Rasanya saat itu aku sudah mulai lain. Napasku satu persatu mulai memburu seiring detak jantungku yang terpacu. Kemudian aku diangkat dan aku sempat kaget!

“Kak Agun…, kuat juga”. Dia hanya tersenyum dan membopongku ke kamarku. Direbahkannya aku di atas ranjang dan Kak Agun mulai lagi menciumku. Saat itu perasaanku tidak karuan antara kepingin dan takut. Antara malu dan ragu. Ciuman Kak Agun terus menjalar hingga leherku. Tangannya mulai memainkan payudaraku. “Jangan…, jangan…, acch…, acch…”, aku berusaha menolak namun tak kuasa. Tangannya mulai menyingkap menembus ke kaos Snoopy yang kupakai. Jari-jemarinya menari-nari di atas perut, dan meluncur ke BH. Terampil jemarinya menerobos sela-sela BH dan menggelitik putingku. Saat itu aku benar-benar panas dingin, napasku memburu, suaraku rasanya hanya bisa berucap dan mendesis-desis “ss…, ss…”,. Tarian jemarinya membuatku terasa limbung, ketika dia memaksaku melepas baju, aku pun tak kuasa. Nyaris tubuhku kini tanpa busana. Hanya CD saja yang masih terpasang rapi. Kak Agun kembali beraksi, ciumannya semakin liar, dan jemarinya, telapak tangannya mengguncang-guncang payudaraku, aku benar-benar sudah hanyut. Aku mendesis-desis merasakan sesuatu yang nikmat. Aku mulai berani menjepit badannya dengan kakiku. Namun malahan membuatnya semakin liar. Tangan Kak Agun menelusup ke CD-ku.
Aku menjerit, “Jangan…, jangan…”, aku berusaha menarik diri. Tapi Kak Agun lebih kuat. Gesekan tangannya mengoyak-koyak helaian rambut kemaluanku yang tidak terlalu lebat. Dan tiba aku merasa nyaris terguncang, ketika dia menyentuh sesesuatu di “milikku”. Aku menggelinjang dan menahan napas, “Kak Agun…, ohh.., oh…”, aku benar-benar dibuatnya berputar-putar. Jemarinya memainkkan clit-ku. Diusap-usap, digesek-gesek dan akhirnya aku ditelanjangi. Aku hanya bisa pasrah saja. Tapi aku kaget ketika tiba-tiba dia berdiri dan penisnya telah berdiri tegang. Aku ngeri, dan takut. Permainan pun dilanjutkan lagi, saat itu aku benar-benar sudah tidak kuasa lagi, aku pasrah saja, aku benar-benar tidak membalas namun aku menikmatinya. Aku memang belum pernah merasakannya walau sebenarnya takut dan malu.


Tiba-tiba aku kaget ketika ada “sesuatu” yang mengganjal menusuk-nusuk milikku, “Uch…, uch…”, aku menjerit.
“Kak Agun, Jangan…, ach…, ch…, ss…, jangan”.
Ketika dia membuka lebar-lebar kakiku dia memaksakan miliknya dimasukkan. “Auuchh…”, aku menjerit.
“Achh!”, Terasa dunia ini berputar saking sakitnya. Aku benar-benar sakit, dan aku bisa merasakan ada sesuatu di dalam. Sesaat diam dan ketika mulai dinaik-turunkan aku menjerit lagi, “Auchh…, auchh…”. Walaupun rasanya (katanya) nikmat saat itu aku merasa sakit sekali. Kak Agun secara perlahan menarik “miliknya” keluar. Kemudian dia mengocok dan memuntahkan cairan putih.

Saat itu aku hanya terdiam dan termangu, setelah menikmati cumbuan aku merasakan sakit yang luar biasa. Betapa kagetnya aku ketika aku melihat sprei terbercak darah. Aku meringis dan menangis sesenggukan. Saat itu Kak Agun memelukku dan menghiburku, “Sudahlah Alit jangan menangis, hadiah ini akan menjadi kenang-kenangan buat kamu. Sebenarnya aku sayang sama kamu”.

Saat itu aku memang masih polos, masih SMP, namun pengetahuan seksku masih minim. Aku menikmati saja tapi ketika melihat darah kegadisanku di atas sprei, aku jadi bingung, takut, malu dan sedih. Aku sebenarnya sayang sama Kak Agun tapi…, (Ternyata akhirnya dia kawin dengan cewek lain karena “kecelakaan”). Sejak itu aku jadi benci…, benci…, bencii…, sama dia.

Gak Dapet Restu Tetep Ngentot


Saat teman ku selesai mengguyur serta melempari telur, ku beranikan diri untuk menolong dia. Kebetulan aku kenal dan akrab dengan dia. Ku batu dia membereskan buku2 serta pakaianya.Tiba2, tak sengaja sikut ku menyenggol dada dia yang besar itu (32B).


Aku langsung minta maaf…Tetapi adik ku di sana telah berdiri dan horny banget nih…Pikiran jahat mulai merasuk dalam diriku.
Ku cari akal supaya bisa menikmati tubuh seksinya.Doi tubuhnya langsing,Tinggi 160cm,rambut ikal,kulit putih dan bersih.
Ide pun muncul dalam benak ku.
“Sar,mending kita disini dulu. Nanti kalo disiram lagi gimana?Brabe urusannya”
“Tapi,gimana yah…Gue mo ngeles nih”
“ngeles dalam keadaan begini?Yg bnr ja! Nnti gue bantu ngomong ke nyokap deh.Janji.”
“bener nih?” “bener!”
Hari telah menunjukan jam 4 sore. Sekolah pun mulai sepi.Tak terasa sarah tertidur karna lelah kejar2an sama temannya.”Yes, kesempatan nih” pikir ku.Ku dekati dia dan ku pegang tangannya.dia diam saja.Mungkin terlalu lelah,pikir ku.aksi pun di mulai.ku rebahkan tubuhnya di atas meja.Satu demi satu kancing ku lepas.Dan tersembullah dua buah gunung yang indah.kucoba tuk meraba.Tapi dia tidak merespon.Akhirnya nekat juga aku.Ku jilati pentilnya yang kecil itu.Dan tersontak dia bangun.


“Apa yang loe lakukan Van?”Teriak dia.
Keadaan sekolah sepi, dan sekitar sekolah kami hanya kebun.Suara yang keraspun mungkin tak ada yang mendengar.
Tanpa pikir panjang,ku kulum bibir seksinya supaya tidak teriak lagi. Ku buka paksa rok abu2nya,dan ku belai2 bibir kemaluannya.Rasa geli dan nikmat membuatnya bergerak meronta2.
“Sar,dari pada loe sakit gue perkosa,mending loe nurut aja!”Kata gue sedikit membentak.
Akhirnya dia sedikit lebih tenang dan mulai menuruti perintah gue.Perlahan namun pasti.Kami berciuman kembali dan gue mulai memainkan memeknya dengan jari telunjukku.
Dia mulai terangsang.Ini dibuktikan dengan dia mulai meraba2 kontol gue yang masih terbungkus rapi.Perlahan-lahan dia mulai membuka resleting. Dan akhirnya keluarlah Tugu monas yang kekar ini.Ia sempat tersontak kaget.walaupun ga lebar n tebal,tapi panjangnya 19cm.Mulut kecilnya pun mulai menciumi ujung kontol gue.Dikocoknya perlahan.Tak pernah gue merasakan kenikmatan ini.Akhirnya gue ingin mencapai klimaks…


Dipercepatnya kocokan pada kontol ku.”Terus sar…Terus…Ah…Ah…Ah…” “Crott… Crott…Crott…Crott…Crott…Crott…”Bersamaan dengan itu,terbukalah pintu kelas yang tadinya tertutup rapat.Kami kaget dengan apa yang kami lihat.Sesosok wanita berumur 36,berdiri didepan pintu.Sarah diam seribu bahasa.Mulutnya penuh dengan peju yang ku keluarkan.
“TANTE….”Kataku.
“Cepat bereska pakaian kalian!Kamu Ivan ikut tante!Tante ingin mengatakan sesuatu!Kamu sarah,cepat menyusul ke mobil!Maki ibu sarah dengan nada tinggi.
“Celaka nih gue.Mo diapain nih gue?”pikir gue tak karuan
“Apa yang kamu lakukan dengan sarah sangat tak bermoral! Kamu ikut sayapulang!”
Gue ikutin aja perintah dia…
Sesampainya di rumah sarah,ibunya menyuruh sarah masuk kekamar n jangan keluar sebelum ibunya memanggil n mengampuni dia. Gue di cramahin abis2an. Kuping gue ampe panas dibuatnya.


Akhirnya dia pergi ke dapur tuk ngambillin gue minum.”Huh,akhirnya gue bisa istirahatin kuping gue” pikir gue. Ibunya dateng dengan air putih di tanganya. “Yah,rumah ja gede,masa minum air putih!”Guman gue kesel.
Ditaruhnya gelas itu di meja tepat di depan gue. Lalu gue liat pemandangan yang aduhai…Belahan dada berukuran 36b itu terlihat jelas. Kontol gue mulai bangun dan meronta2 tuk keluar… Gue tutup clana gue dengan bantal sova.
Kemudian dia duduk di sebelah gue seperti tadi. Kelihatannya pengen ngomelin gue lagi…Sebelum itu terjadi,gue dah keburu nafsu tuk ngentotin dia,ya gue langsung tarik tangan dia n mulai menciumi dia sambil memegang toketnya yang aduhai…
Dia meronta2 mencoba tuk melawan…Kemudian tangan kanan gue mulai menuju ke lembah kenikmatan dirinya…Dia semakin meronta2 tak karuan. Tetapi lama2 dia mulai tenang,perlahan2 mulai menikmati permainan gue. Gue buka satu per satu kancing bajunya,lalu tersembulah keluar toket yang begitu indah itu kemudian dengan nafsu yang begitu besar, gue kemut2 puting susunya. Dia tak mau kalah, dia mulai memegangi penis gue yang sudah sangat kencang. di belai dengan lembut kemudian dia buka resleting gue dan mencoba melepaskan celana panjang gue.
Tersembul keluarlah kontol gue yang lumayan gede,lebar(4 cm) n panjang(19 cm) (maklum,masih ABG). dikocoknya perlahan. Nikmat sekali…Kemudian dia bangkit berdiri dan mendekatkan toketnya ke penis gue…Gue ngerti maksud dia…Gue nyelipin kontol gue ke belahan teteknya…Diapitnya kontol gue dengan kedua tetek dia.Kemudian dia mulai menaik-turunkan teteknya itu…”ah…oh…more…more…more hard babe..” teriak kecil gue… Semakin cepat saja gerakan dia.


“babe I’ll coming,stop it….” perintah gue… kemudian dia berhenti…”sekarang giliran gue”kata gue…Dia gue suruh terlentang di sova.Kemudian kami melakukan gerakan 96.gue ngemut2 vagina dia,n dia ngepong kontol gue…Ah nikmat banget…Walaupun gue bilang kalo ini giliran gue,gue tetep ga mo rugi dong…hehehe…
Gue isep2 klitoris dia,dia merintih kecil…”ahh….ahh….ouch…”
Dia membalasnya dengan mengemut-emut biji peler gue…”ah…nikmat sekali sayang,terusin-terus…ah”guman gue tak karuan….
“say,dah gak tahan nih,masukin punya kamu ya…please…sekarang…”
“Ok babe…”
Kami mengatur posisi…dia terlentang n kakinya diangkat ke pundak gue…”Wah memek kamu indah banget…” Kemudian gue mengosok2 kepala penis gue di vagina dia.Nikmat banget.”Van ayo dong,jangan bandel,tante ga tahan lagi,cepet…” Dengan perlahan gue masukin kontol gue.Seret n rapet banget ni memek…Nikmat banget…Baru masuk kepala kontol gue, dia dah menggelimang tak karuan.kepala kontol gue kaya dipijit2.Ah nikmatnya…Baru pertama kali gue merasakan memek…Biasanya cuma disepong ama Clara, Intan n Maya. Perlu kalian tau,Mereka mau nyepong asal dikasih duit 100rb.tapi gue ga kehabisan akal…Waktu mereka nyepong gue di kelas gue saat pulsek,gue selalu memoto kegiatan mereka.Jadi,setiap kali gue pengen di sepong,tinggal nunjukin foto itu n ngancem tuk nyebarin, n tentunya dah gue copy ke com gue supaya kalo di apus,masih ada backup nya.


Kembali ke cerita…
Perlahan tapi pasti gue coblos memek dia. Akhirnya mentok juga.perlahan-lahan gue maju mundurin pantat gue…Nikmat banget…lama-lama gue percepat gerakan gue….15 menit kami melakukan gaya ini.kemudian, kami berganti gaya.Giliran gue yang di bawah.Posisi ini membuat kontol gue lebih masuk.Perlahan2 dia menggoyangkan tubuhnya…”Van, kalo mau keluar bilang ya,keluarin di luar aja” Gue mengangguk kecil…Gerakan semakin cepat,pandangan gue tertuju ke tetek dia. Indah sekali. Nafsu gue semakin menjadi2.Kemudian gue merubah posisi.Gue duduk n kami berhadapan.seperti posisi tadi,dia ada di atas (tepatnya dalam pangkuan gue)posisi ini membuat mulut gue bertatapan dengan puting toketnya. Gue kenyot2 susunya,membuat dia semakin gelisah n mendekati klimaks…beberapa saat kemudian dia menjerit kecil n keluarlah cairan bening.Hangat sekali membuat gue semakin bergairah.
Gue beri dia istirahat sebentar,untuk memulihkan tenaga.Kami berciuman dengan liar…Setelah gue rasa cukup,gue mulai melakukan gerakan lagi…setelah 10 menit gue merasa ada yang pengen keluar dari penis gue,gue percepat gerakan gue,n tentunya dengan memeluk dia n mengemut putingnya.Coz gue pengen keluarin di dalem.Gue pengen tau rasanya,coz dah sering keluar di luar(disepong ma jablay2 sekolah).Semakin lama gue percepat.”ah…ah…terus sayang,tante mau keluar lagi…terus isep sayang….terus….ah…ah…ah….Fucking hard….more fast….ah…ah…ah” 5 menit kemudian n disaat yang bersamaan “say,tante keluar…AAAAAHHHHH” Saat itu juga gue menyemburkan peju gue berkali2… Crot….Crot….Crot….Crot….Crot….. masuklah peju gue dalam rahim gue…Dia meronta untuk melepaskan diri,tapi gue tahan sampe peju gue selesai keluar.
Doi yang pasti kaget,karna ga nyaka bakal keluar bareng n di dalem,karna dia ga pengen gue keluarin di dalem,biar g hamil.